Rabu, 05 Januari 2011

Senja Bergetar dalam Layar

Aku berjalan dengan sepasang mata layu
memasuki toko buku
Melangkah pelan di antara timbunan kata-kata
yang menumpukkan ilmu, barisan rak yang
Memajang persembunyianmu
Ribuan buku di tempat ini begitu bernyawa
Tetapi mengapa di mataku tak lebih dari pusara?

Ini senja ke sekian yang masuk
dalam lanskap paling nadhir
Mengirimiku puisi tentang
air laut yang tiba-tiba anyir
Tersembul dari sebuah buku buah pena penyair
Tak ada yang sedih dan yang indah
Semuanya cuma kenangan sekarang
Bahkan meski begitu deras hatiku tergelincir*


Tahukah engkau, Cintaku..
Hatiku penuh dirimbuni buku-buku
Menulis rinci seturut bab-bab tentang masa lalu
Memangkas rindu
Membungkusnya dalam memar kalbu

Engkau, seperti juga buku-buku di tempat ini
Adalah jelmaan ribuan kepala yang ingin selalu aku baca
Kubawa-bawa di setiap kakiku yang
Menyimpan tikungan dari laguna ke laguna
Kuala ke kuala
Menarikku dalam rindu yang memar saban hatiku bergetar
berucap, "aku mencintaimu"
Hingga suatu ketika nanti aku mengerti
yang sendiri tak bisa kehilangan*


Yogyakarta, 5 Januari 2010

* petikan puisi Dina Oktaviani, "Hati yang Patah Berjalan"

0 komentar: